(PEMANFAATAN TANAMAN UNTUK BAHAN PEMBUATAN ANTISEPTIK: DAUN AJERAN DAN DAUN SIRIH CINA)

Tanaman lokal sering kali memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, terutama dalam bidang kesehatan. Salah satu pemanfaatan tanaman lokal adalah sebagai bahan pembuatan produk antiseptik alami. Antiseptik berbasis daun ajeran (Gynura procumbens) dan daun sirih cina (Peperomia pellucida) merupakan solusi inovatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pelestarian kekayaan hayati lokal.
Pemuda Karang Taruna mempunyai peran penting dalam mengembangkan potensi tanaman lokal melalui edukasi dan pelatihan yang terstruktur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah tanaman lokal menjadi produk antiseptik yang bermanfaat dan membuka peluang bagi mereka untuk memanfaatkan produk antiseptik ini sebagai usaha kecil berbasis bahan alami.
Kegiatan ini sengaja kami tujukan kepada pemuda karang taruna sebagai target utama karena peran strategis pemuda sebagai penggerak utama pembangunan desa dan menjadi agen perubahan. Edukasi pemanfaatan tanaman lokal ini sehingga dapat meningkatkan kesadaran pentingnya mengurangi campuran bahan kimia aktif yang berpotensi meninggalkan residu pada tubuh.
Kegiatan potensi tanaman lokal sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan dalam bidang kesehatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada pemuda karang taruna yang bertempatan di Kelurahan Banjaran Kota Kediri pada tanggal 14 Desember 2024. Penyuluhan dilakukan dengan 2 metode yaitu berupa ceramah dengan pemaparan materi power point dan diskusi kemudian dilanjutkan dengan praktek. Materi yang diberikan adalah kandungan serta manfaat dari daun ajaran dan daun sirih cina untuk sanitasi dan pembuatan sabun dengan bahan alami, setelah itu dilakukan pendampingan untuk praktek mandiri pembuatan sabun dari daun ajaran dan daun sirih cina.
Selama pelaksanaan edukasi, seluruh peserta antusias dalam mengikuti penyuluhan dan kritis dalam bertanya. Setelah pemamparan materi dan praktek, peserta diminta untuk memaparkan kembali hasil yang telah disampaikan oleh pemateri. Evaluasi menunjukkan hampir seluruh peserta mampu menjawab dengan tepat dan mempraktekkan kembali cara membuat produk antiseptic alami dengan benar.
Setelah kegiatan ini diharapkan peserta mampu memanafaatkan tanaman kearifan lokal sebagai produk antiseptic alami. Penerapan yang baik dan benar selain memiliki dampak langsung pada pengetahuan peserta, juga dapat menghasilkan produk sesuai kebutuhan .
Dokumentasi

Gambar 1. Demo pembuatan sabun antiseptik

Gambar 2.Peserta praktik membuat Sabun antiseptik

Gambar 3. Pemaparan materi tentang Pemanfaatan Tanaman Untuk Bahan Pembuatan Antiseptik
Ghaniyyu Intan N.A¹, Najwa Shanin Nabila² ,Febri Fiani ³, Okta Wahyu Rahmadani⁴ , Al Muhim Nuril Isna ⁵ , Natasya Nur Ameliana⁶, Endah Tri Wijayanti ⁷, Elysabet Herawati8